Musik Indonesia

09 June 2012

8 REGISTER SUARA MANUSIA

Kali ini aku akan membahas 8 register suara manusia. Sebenarnya sih ada banyak sekali register suara manusia, mungkin 10 lebih. Tapi yang bakal aku bahas di sini cuma 8 aja.
Apakah yang dimaksud register suara manusia itu? Register suara adalah pembagian wilayah suara manusia berdasarkan sumber suara, sensasi ruang resonansi, bentuk/warna/timbre suara, dan tinggi rendahnya nada yang dihasilkan. Secara normal manusia hanya memiiki 2 atau 3 register yaitu suara asli, suara palsu, dan whistle register, berarti yang lebih dari itu merupakan orang yang tidak normal. :D

Baiklah, langsung saja kita bahas:


1. Vocalfry (pulse register, laryngealisation, pulse phonation, creak, glottal fry, glottal rattle, glottal scrape, strohbass)
 
adalah suara manusia yang dihasilkan melalui getaran glottis/pita suara dimana kedua belah pita suara menyatu sempurna tetapi lemah dengan sedikit dorongan udara dari paru-paru. Nada yang dihasilkan register ini adalah nada yang sangat rendah mirip bunyi prekotok-prekotok seperti suara katak/kodok. Tinggi rendahnya nada yang dihasilkan ditentukan oleh jumlah getaran pita suara tiap detiknya. Semakin lambat getarannya semakin rendah nada yang dihasilkan. Sehingga tidak terpengaruh ruangan resonansi. Hal inilah yang dilakukan Tim Storm saat memecahkan rekor 8 hertz dan Roger Menees saat memecahkan rekor 0,39 hertz nada terrendah di dunia.
Pada umumnya register ini dimiliki oleh pria dewasa. Namun tidak sedikit pula wanita yang bisa melakukannya misalnya Mariah  Carey, Britney Spears, dan Toni Braxton saat melafalkan kata “night” pada lagu “Unbreak My Heart”. Sedangkan di Indonesia sendiri wanita yang bisa melakukan ini di antaranya Mpok Atik, Ulva Dwiyanti, dan Camelia Malik.


2. Chest Voice/Belting Voice/Modal register/Suara asli 

Adalah suara yang dihasilkan apabila ruang resonansi terjadi di rongga mulut atau para ahli menyebutnya di dada. Ini adalah suara asli manusia karena setiap orang memilikinya. Digunakan saat berbicara atau bernyanyi. Register ini adalah yang paling banyak dipakai untuk bernyanyi.



3. Mixed Voice/Middle Voice

adalah suara campuran antara chest voice dengan head voice/falsetto. Nada yang dihasilkan sama tingginya dengan falsetto namun memiliki kualitas power yang hampir sama dengan chest voice meskipun tidak murni chest voice. Inilah teknik yang sering dipakai oleh para penyanyi heavy metal untuk mencapai nada tinggi. Perlu diperhatikan , meskipun ini masih tergolong falsetto, suara ini cukup merusak pita suara. Jadi hati-hati menggunakan register ini.


4. Falsetto/Suara Palsu

adalah head voice yang resonansinya tidak mencapai rongga hidung/kepala. Para ahli berpendapat karena pria dewasa memiliki jakun atau dalam bahasa jawa disebut manik yang menghalangi kotak suara mencapai rongga hidung. Pada umumnya hanya dimiliki oleh pria dewasa yang memiliki jakun. Namun banyak juga wanita yang hanya memiliki falsetto (bukan head voice). Suara yang dihasilkan adalah berat, agak bendeng/sengau seperti gabus, dan nada yang dihasilkan tidak setinggi serta tidak semerdu head voice.

Menurut sejarahnya falsetto sendiri berarti keliru. Kalau aku gak salah baca bagini ceritanya. Pada jaman dahulu kala di Eropa, tepatnya di Italia atau Perancis aku juga lupa negaranya, wanita sempat dilarang untuk bernyanyi oleh pihak gereja. :(   Sehingga para pria bernyanyi menggunakan falsetto untuk menirukan suara wanita, karena falsetto hampir mirip suara asli wanita.



5. Head Voice/Suara Kepala

adalah suara yang dihasilkan apabila ruangan resonansi terjadi di rongga hidung/kepala…”titik!!!”. Pada umumnya dimiliki wanita, anak-anak, dan pria remaja. Hal ini karena mereka tidak/belum memiliki jakun sehingga kotak suara leluasa naik ke rongga hidung. Namun kemungkinan pria berjakun juga bisa melakukannya misalnya Raffi Ahmad. Hal itu terbukti saat ia ketawa cekikikan di acara “dahsyat” suaranya mencapai Bb5 dan terdengar seperti headvoice dan bukan falsetto, karena terdengar ringan.

Sifat head voice itu sendiri adalah ringan, lembut, nyaring, renyah, lebih merdu daripada falsetto, dan nada yang dihasilkan juga lebih tinggi daripada falsetto. Hal ini seperti yang dilakukan Agnes Monica saat menembak nada Eb6(studio) dan F6(live) pada lagu “Karna Kusanggup”.



6. Whistle Register/Register Peluit

adalah register suara manusia yang menghasilkan nada paling tinggi diantara register yang lain. Wilayah nada berkisar antara sekitar G5 sampai dengan G10 seperti Georgia Brown yang memecahkan rekor nada tertinggi di dunia. Tentu setiap orang berbeda-beda tapi secara normal biasanya berada di oktaf ke-6 sampai ke-7. Contoh penyanyi yang sering menggunakan register ini adalah Georgia Brown, Mariah Carey, Minni Raperton, Lin Bao, Dessy Fitri dan masih banyak lagi.
Pada umumnya dimiliki oleh wanita, anak-anak, dan pria remaja. Namun banyak juga pria dewasa yang bisa melakukannya misalnya Adam Lopez, Dorico Alonzo Tyree, Sebastian Villas, dan Nicola Sedda (yang menyebalkan itu).


7. Ngeden Register/Pekek/Tekan/Tahan

Register yang satu ini tidak pernah dibahas di dunia musik internasional karena jarang dipakai penyanyi dunia dan aku juga gak tau nama internasionalnya disebut apa. Namun register ini sering dipakai para Qori’saat membacakan ayat-ayat Alquran di nada-nada tinggi. Nada yang dihasilkan berasal dari kedua pita suara yang menutup dengan kuat dan sempurna lalu didorong oleh udara dari paru-paru secara paksa. Suaranya mirip chest voice hanya saja lebih berat. Sebenarnya ini masih turunan dari vocalfry. Bedanya teknik ngeden terpengaruh ruangan resonansi, sedangkan vocal fry tidak.

8. Cop Stemp

Cop stemp dan falsetto, kedua cara ini hampir sama, yakni dengan menggunakan nada ’palsu’ ketika menemui nada-nada tinggi. Perbedaanya adalah output power cop stemp lebih kuat dibandingkan dengan teknik falseto. Sehingga, dengan cop stemp, seolah-olah ia mengeluarkan nada ’asli’ atau normal.

1 comment:

  1. Mas Joni, tulisan ini bikinan sendiri?
    Mirip ya sama bikinan Triendel @http://musikmemanganeh.wordpress.com/2012/03/28/7-register-suara-manusia/ ???

    ReplyDelete